Ketika 3.500 Skuteris Menghidupkan Selayar, Bayangkan Jika 4.545 PPPK Paruh Waktu Lebih Sejahtera
SELAYARTODAY.COM|| Celebes Scooter Party 2026 telah memberikan pelajaran yang sangat berharga bagi Kabupaten Kepulauan Selayar. Di balik kemeriahan ribuan skuteris yang datang dari berbagai daerah di Indonesia, ada dampak ekonomi yang nyata dirasakan langsung oleh masyarakat.
Dengan jumlah peserta sekitar 3.500 orang, hampir seluruh sektor usaha merasakan manfaatnya. Penginapan penuh, rumah warga disewa sebagai tempat menginap, warung makan ramai, kedai kopi meningkat omzetnya, pedagang kaki lima kebanjiran pembeli, hingga UMKM lokal mendapatkan pelanggan baru. Uang yang dibawa peserta dari luar daerah masuk dan berputar di Selayar.
Jika rata-rata setiap peserta membelanjakan Rp1 juta selama berada di Selayar, maka sedikitnya ada Rp3,5 miliar uang yang masuk ke perekonomian daerah hanya dalam beberapa hari. Jika pengeluaran mereka lebih besar, maka nilai perputaran ekonomi tentu jauh lebih tinggi.
Inilah yang disebut efek ekonomi langsung. Uang dari luar masuk, dibelanjakan di Selayar, lalu berputar dari satu tangan ke tangan lainnya.
Pelajaran pentingnya adalah bahwa daerah membutuhkan lebih banyak program yang mampu mendatangkan orang dari luar. Event wisata, olahraga, budaya, komunitas, dan kegiatan kreatif lainnya harus dipandang sebagai investasi ekonomi, bukan sekadar kegiatan seremonial.
Namun di sisi lain, kita juga harus jujur melihat kondisi ekonomi masyarakat Selayar saat ini. Sebagian besar roda ekonomi daerah masih bertumpu pada belanja pemerintah dan pendapatan aparatur negara.
Karena itu, persoalan kesejahteraan 4.545 PPPK paruh waktu juga perlu mendapat perhatian serius.
Saat ini PPPK paruh waktu menerima honor yang relatif rendah, yakni sekitar Rp600 ribu per bulan untuk lulusan S1, Rp550 ribu untuk D3, dan Rp500 ribu untuk SMA. Dengan kondisi seperti itu, sangat sulit mengharapkan adanya peningkatan daya beli yang signifikan.
Secara ekonomi, masyarakat yang berpenghasilan rendah cenderung tidak membelanjakan uangnya untuk kebutuhan produktif maupun konsumsi tambahan. Mereka lebih memilih menahan pengeluaran dan hanya memenuhi kebutuhan pokok yang paling mendesak. Bahkan tidak sedikit yang harus berutang atau menunda berbagai kebutuhan rumah tangga.
Akibatnya, uang yang beredar di pasar menjadi terbatas. Warung, kios, pedagang kecil, dan pelaku UMKM kehilangan potensi transaksi yang sebenarnya bisa terjadi apabila daya beli masyarakat lebih kuat.
Bayangkan jika 4.545 PPPK paruh waktu memperoleh penghasilan yang lebih layak. Bukan hanya kesejahteraan mereka yang meningkat, tetapi juga akan terjadi efek domino terhadap ekonomi daerah. Mereka akan lebih leluasa berbelanja di pasar, membeli hasil nelayan dan petani, memperbaiki rumah, membayar jasa lokal, hingga mendukung pertumbuhan usaha kecil.
Karena itu, pembangunan ekonomi Selayar seharusnya tidak hanya berfokus pada bagaimana mendatangkan uang dari luar daerah, tetapi juga bagaimana memperkuat daya beli masyarakat di dalam daerah.
Celebes Scooter Party telah membuktikan bahwa ketika ribuan orang datang ke Selayar, ekonomi bergerak. Namun ekonomi yang sehat tidak bisa hanya bergantung pada event sesekali. Diperlukan kebijakan yang mampu menciptakan perputaran uang setiap hari, setiap minggu, dan setiap bulan.
Selayar membutuhkan dua mesin penggerak ekonomi sekaligus: mendatangkan uang dari luar melalui event dan pariwisata, serta memperkuat daya beli masyarakat melalui peningkatan kesejahteraan tenaga kerja lokal.
Jika kedua hal ini berjalan beriringan, maka perputaran ekonomi di Kepulauan Selayar tidak hanya ramai saat ada acara besar, tetapi akan hidup sepanjang tahun dan dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat.

Posting Komentar