KMP Balibo Buatan 1995 Putar Haluan di Tengah Laut, Penumpang: Kapal Sempat Miring Empat Kali
SELAYARTODAY.COM – KMP Balibo yang melayani lintasan Pamatata (Kepulauan Selayar)–Bira (Bulukumba) terpaksa memutar haluan di tengah pelayaran setelah mengalami gangguan teknis pada Sabtu (18/7/2026).
Berdasarkan keterangan salah seorang penumpang, kapal tidak dapat melanjutkan perjalanan menuju Pelabuhan Bira karena mengalami kerusakan pada sistem kemudi. Selain itu, satu unit mesin kapal juga dilaporkan tidak berfungsi.
"Iya, kami putar haluan karena kata awak kapal kemudinya eror. Kapal juga sempat miring sekali sampai empat kali. Ombaknya memang lumayan besar," ujar salah seorang penumpang kepada SELAYARTODAY.COM, Sabtu (18/7/2026).
Penumpang tersebut mengaku sempat merasa cemas ketika kapal beberapa kali mengalami kemiringan di tengah gelombang. Menurutnya, kondisi cuaca dan ombak yang cukup besar semakin menambah kekhawatiran para penumpang.
"Saya melihat memang KMP Balibo ini sudah tua. Saya juga akan kembali menyeberang menggunakan KMP Kormomolin karena perjalanan dengan KMP Balibo dibatalkan," tuturnya.
Demi keselamatan penumpang dan awak kapal, nahkoda akhirnya memutuskan memutar haluan dan kembali ke Pelabuhan Pamatata setelah gangguan teknis tersebut.
Sekadar diketahui, berdasarkan data yang ditelusuri SELAYARTODAY.COM melalui Google, KMP Balibo mulai diproduksi pada tahun 1995 dan proses pembangunannya selesai pada tahun 1996 di galangan kapal PT Industri Kapal Indonesia (Persero) Makassar. Kapal berjenis Roll-on/Roll-off (Ro-Ro) dengan kapasitas sekitar 500 Gross Tonnage (GT) tersebut selama ini melayani lintasan penyeberangan Bira (Kabupaten Bulukumba)–Pamatata (Kabupaten Kepulauan Selayar) dan menjadi salah satu armada utama yang menghubungkan daratan Sulawesi dengan Kepulauan Selayar.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak ASDP maupun otoritas terkait mengenai penyebab pasti kerusakan kemudi dan matinya salah satu mesin kapal, serta mekanisme keberangkatan lanjutan.
Peristiwa ini kembali menjadi perhatian terkait pentingnya pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi armada penyeberangan yang telah beroperasi selama puluhan tahun. Masyarakat berharap evaluasi terhadap kelayakan kapal dilakukan secara berkala guna menjamin keselamatan pelayaran di lintasan Pamatata–Bira, terlebih saat kondisi cuaca dan gelombang laut sedang kurang bersahabat.


Posting Komentar