Istri ZI Ceritakan Kronologi Saat Meminta Polisi Mengamankan Suaminya yang Mabuk

 

Selayar, today, com


SELAYARTODAY.COM|| Di tengah proses pemeriksaan yang dilakukan Seksi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polres Kepulauan Selayar terhadap empat personel Polri terkait dugaan tindakan kekerasan terhadap seorang warga berinisial ZI, istri korban, Andi Mariana, turut menyampaikan keterangannya kepada media.


Menurut Andi Mariana, dirinya merupakan pihak yang meminta bantuan polisi untuk mengamankan suaminya yang saat itu berada dalam kondisi mabuk. Berikut keterangan lengkap yang disampaikan Andi Mariana kepada media:


"‎Pada hari Lebaran, suami saya pergi minum-minuman keras. Sementara itu, saya berada di rumah tetangga untuk bersilaturahmi dan berjalan-jalan karena suasana hari raya. Saat itu, beberapa anak datang dan mengatakan kepada saya bahwa suami saya sedang mabuk berat.


‎Mendengar hal tersebut, saya merasa takut dan khawatir karena saya memiliki riwayat penyakit yang membuat saya tidak bisa kaget. Jika mengalami tekanan atau kejutan, tubuh saya langsung gemetar. Karena itu, saya menghubungi ibunya dan meminta agar segera datang melihat keadaan suami saya.


‎Melihat kondisi suami yang mabuk dan dikhawatirkan dapat menimbulkan keributan, saya memutuskan pergi sendiri ke kantor polisi untuk meminta bantuan. Setibanya di kantor polisi, saya menyampaikan kepada petugas jaga agar segera datang ke lokasi di belakang PLN karena suami saya dalam keadaan mabuk dan saya khawatir akan terjadi keributan.


‎Beberapa saat kemudian, sejumlah anggota polisi datang ke lokasi. Karena kondisi saya masih gemetar, saya tidak ikut masuk dan hanya menunggu di luar. Setelah cukup lama, saya melihat suami saya dibawa keluar oleh polisi. Saat itu saya melihat darah mengalir dari alisnya.

Saya kemudian bertanya kepada petugas mengapa suami saya berdarah, namun petugas hanya menjawab bahwa tidak ada apa-apa.


‎Tidak lama kemudian, suami saya dibawa menuju kantor polisi. Saat tiba di depan ruang SPKT, saya kembali melihat kondisi suami saya sudah berlumuran darah, terutama di bagian mulut. Saya merasa sangat terkejut dan kembali bertanya kepada petugas mengenai penyebab luka tersebut. Namun saya tidak mendapatkan penjelasan yang jelas.


‎Pada saat itu saya tidak melihat secara langsung ada polisi yang memukul suami saya ketika pertama kali dibawa. Yang saya lihat hanyalah kondisi suami saya yang sudah mengalami luka dan mengeluarkan banyak darah.


‎Di kantor polisi, suami saya yang masih dalam keadaan mabuk beberapa kali berbicara sembarangan dan emosinya tampak terpancing. Saya sempat meminta kepada petugas agar suami saya segera dimasukkan ke dalam sel dan tidak diperlakukan kasar karena kondisinya sedang mabuk. Namun saya melihat ada seorang anggota polisi yang terus menahan suami saya.


‎Saya juga melihat darah terus mengalir dari wajah dan mulut suami saya. Jumlah darah yang keluar cukup banyak sehingga membuat saya sangat khawatir. Saya tidak mengetahui secara pasti dari mana asal luka yang menyebabkan darah tersebut keluar.


‎Menurut pengakuan suami saya, dirinya sempat ditarik rambutnya dan ditampar. Ia juga mengaku kepalanya terbentur ke tembok. Saat itu saya terus meminta kepada petugas agar tidak memukul suami saya dan cukup memasukkannya ke dalam sel. Namun saya justru diminta untuk keluar dan tidak mendekat.


‎Ketika saya berada di luar, saya tidak dapat masuk kembali ke dalam area kantor polisi. Saya menunggu di depan Polres dan beberapa kali meminta izin untuk menemui suami saya agar bisa menenangkannya. Setelah beberapa waktu, gerbang akhirnya dibuka dan saya diperbolehkan masuk.


‎Saat itulah saya melihat kondisi wajah suami saya sudah mengalami pembengkakan yang cukup parah. Matanya hampir tidak terlihat karena bengkak dan masih terdapat banyak darah di wajahnya. Melihat kondisi tersebut, suami saya menangis. Saya juga sangat sedih dan tidak menyangka hal seperti itu bisa terjadi.

‎Setelah itu saya memberikan obat kepada suami saya dan mengoleskan minyak kutus-kutus untuk membantu mengurangi pembengkakan. Saya terus mendampinginya dan berusaha menenangkannya.


‎Pada malam itu saya tetap menunggu di Polres hingga sekitar pukul 03.00 dini hari. Beberapa kali saya diminta pulang oleh petugas, namun saya tetap menunggu karena khawatir dengan kondisi suami saya. Setelah pulang sekitar pukul 03.00, saya kembali datang ke kantor polisi sekitar pukul 05.30 pagi untuk melihat keadaan suami saya.


‎Sekitar pukul 06.00 pagi, suami saya akhirnya pulang ke rumah bersama polisi. Setelah tiba di rumah mertua saya, saya melihat kondisi suami saya sangat kotor sehingga saya menyuruhnya mandi dan mengganti pakaian.


‎Setelah mandi, suami saya masuk ke kamar untuk beristirahat. Ketika berada di dalam kamar, saya melihat ada sesuatu yang keluar dari hidungnya. Benda tersebut menyerupai gumpalan darah dan tampak seperti potongan hati atau jaringan tubuh.


‎Kondisi tersebut membuat saya sangat terkejut karena sebelumnya suami saya juga mengeluhkan rasa sakit setelah pulang ke rumah. Melihat keadaan itu, saya semakin khawatir terhadap kondisi kesehatan suami saya."


Sementara itu, Kasi Humas Polres Kepulauan Selayar, IPDA Andre, membenarkan bahwa empat personel Polri yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut telah menjalani pemeriksaan oleh Propam.


"Sudah diperiksa, penyidik akan memanggil saksi lain yang diperlukan," kata Andre kepada media.


Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa proses pemeriksaan internal masih terus berjalan. Penyidik Propam masih akan mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi yang dianggap mengetahui peristiwa tersebut sebelum mengambil kesimpulan atas hasil pemeriksaan.


Hingga saat ini, Propam Polres Kepulauan Selayar masih melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut. Hasil pemeriksaan nantinya akan menjadi dasar untuk menentukan langkah lebih lanjut sesuai ketentuan disiplin maupun kode etik profesi Polri.

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Istri ZI Ceritakan Kronologi Saat Meminta Polisi Mengamankan Suaminya yang Mabuk
  • Istri ZI Ceritakan Kronologi Saat Meminta Polisi Mengamankan Suaminya yang Mabuk
  • Istri ZI Ceritakan Kronologi Saat Meminta Polisi Mengamankan Suaminya yang Mabuk
  • Istri ZI Ceritakan Kronologi Saat Meminta Polisi Mengamankan Suaminya yang Mabuk
  • Istri ZI Ceritakan Kronologi Saat Meminta Polisi Mengamankan Suaminya yang Mabuk
  • Istri ZI Ceritakan Kronologi Saat Meminta Polisi Mengamankan Suaminya yang Mabuk

Posting Komentar