Gibran dan Bayang-Bayang Politik 2029, Dewan Penasehat PSI Selayar Angkat Bicara
SELAYARTODAY.COM|| Dewan Penasihat DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Kepulauan Selayar, Ince Rahim, menilai dinamika politik yang berkembang dalam sepekan terakhir terkait Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tidak bisa dilepaskan dari nuansa persaingan politik nasional.
Menurut Ince Rahim, dinamika yang melibatkan Gibran dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) tersebut patut dibaca secara cermat, terutama di tengah perkembangan elektabilitas PSI yang disebutnya mengalami peningkatan.
“Dinamika yang berkembang dalam minggu ini terkait Mas Wapres, nuansanya kentara bahwa ini soal politik. Silih berganti Pak Jokowi dan Mas Gibran yang ditembak,” ujar Ince Rahim.
Ia menilai, terdapat dua sasaran politik yang berpotensi berada di balik dinamika tersebut. Pertama, upaya mendegradasi reputasi politik Jokowi yang dinilainya masih memiliki pengaruh besar dalam peta politik nasional. Kedua, membangun persepsi negatif terhadap Gibran menjelang kontestasi politik 2029.
Ince juga menyoroti perkembangan elektabilitas PSI yang, menurutnya, mampu mencapai angka 4,3 persen dalam waktu relatif singkat. Ia menilai capaian tersebut menjadi modal politik penting bagi PSI, terlebih waktu menuju Pemilu 2029 masih tersedia lebih dari dua tahun.
“Target terhadap Pak Jokowi adalah mendegradasi reputasi politiknya, sementara terhadap Mas Gibran adalah menggagalkan langkah politiknya pada 2029. Menurut saya, ini merupakan target khayalan dari para politisi yang mulai resah karena merasa terlampaui oleh lompatan PSI,” tegasnya.
Meski demikian, Ince mengingatkan seluruh jajaran PSI, khususnya di Kabupaten Kepulauan Selayar, agar tidak larut dalam polemik dan manuver politik yang berkembang di tingkat nasional.
Sebagai Dewan Penasihat DPD PSI Kepulauan Selayar, ia meminta seluruh kader tetap tenang, menjaga soliditas organisasi, serta menjadikan dinamika politik saat ini sebagai momentum untuk memperkuat kerja-kerja nyata di tengah masyarakat.
Ia menegaskan bahwa kekuatan partai politik tidak semata-mata ditentukan oleh perdebatan di ruang publik, melainkan oleh konsistensi kader dalam menjawab persoalan masyarakat.
“Sebagai Dewan Penasihat PSI di Kabupaten Kepulauan Selayar, saya meminta jajaran PSI agar tetap tenang dan jangan terpengaruh manuver politik pihak lain. Tetap konsisten bekerja dan bekerja, turun ke masyarakat, bantu masyarakat yang menghadapi masalah sekecil apa pun. Hanya dengan kesungguhan kita dapat menuai hasil,” katanya.
Lebih lanjut, Ince berpandangan bahwa posisi politik Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat ini masih memiliki dukungan kuat di parlemen. Karena itu, ia meminta kader PSI tidak mudah goyah menghadapi berbagai dinamika dan perdebatan politik yang berkembang.
Menurutnya, polemik yang terjadi justru harus menjadi bahan evaluasi sekaligus motivasi bagi seluruh kader untuk memperkuat konsolidasi, memperluas basis dukungan, dan meningkatkan kehadiran partai di tengah masyarakat.
Ia pun menegaskan bahwa PSI harus tetap konsisten mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran sembari menjalankan fungsi politiknya melalui kerja nyata, pengabdian, dan keberpihakan kepada kepentingan rakyat.
“Jangan terpengaruh dengan dinamika politik yang berkembang saat ini. Anggap saja ini suplemen politik untuk PSI. PSI tetap konsisten mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran,” pungkas Ince Rahim.
“Ewako!” tutupnya dengan penuh semanga


Posting Komentar