Kapal Mati Mesin di Perairan Bahuluang Berhasil Ditarik, Kapal Penolong Sempat Kehabisan BBM
SELAYARTODAY.COM|| Kapal rakyat yang mengalami mati mesin saat berlayar dari Pelabuhan Benteng menuju Kalaotoa di perairan sekitar Pulau Bahuluang, Kabupaten Kepulauan Selayar, Kamis (27/8/2026) pagi, kini telah berhasil ditarik dan dievakuasi ke wilayah Bahuluang.
Sebelumnya, kapal tersebut dilaporkan mengalami gangguan mesin sekitar satu mil di sebelah barat Pulau Bahuluang. Dalam upaya memberikan pertolongan, KLM Arwin Saputra milik Demparela berangkat menuju lokasi untuk membantu menarik kapal yang mengalami gangguan.
Informasi tersebut disampaikan Arsyil Ihsan, anggota DPRD Kepulauan Selayar, setelah dirinya menghubungi langsung Lk. Mardi yang berada di atas kapal penolong.
Namun, dalam proses pertolongan, KLM Arwin Saputra juga sempat mengalami kendala setelah kehabisan bahan bakar minyak (BBM). Kondisi tersebut menyebabkan kedua kapal sempat berada dalam situasi yang membutuhkan bantuan evakuasi.
Sebelumnya, KLM Arwin Saputra dilaporkan menemukan kapal yang mengalami gangguan sekitar pukul 02.00 WITA, dengan posisi kurang lebih delapan mil dari Pulau Bahuluang.
Kapal yang mengalami gangguan tersebut kemudian berhasil ditarik ke Bahuluang untuk menghindari risiko yang lebih besar akibat kondisi kapal yang tidak dapat beroperasi secara normal.
Kapal tersebut diketahui dinakhodai Ikbal, warga Parang, Desa Bontomalling, Kecamatan Pasimasunggu, dengan jumlah empat orang anak buah kapal (ABK).
Sementara itu, Abd. Wahid dari Basarnas, saat dikonfirmasi oleh pihak kepolisian melalui Iptu Hasan, menyampaikan bahwa informasi mengenai kondisi kedua kapal telah diterima oleh Basarnas. Pihak Basarnas selanjutnya melakukan koordinasi terkait langkah penanganan yang diperlukan.
Dengan berhasilnya kapal ditarik ke Bahuluang, situasi darurat yang sebelumnya terjadi di perairan terbuka kini telah ditangani. Perkembangan kondisi kapal dan para awak masih dalam pemantauan.


Posting Komentar