Drama Bertahan Hidup di Tengah Laut, Dua Korban KLM Nurul Salsa Selamat, Tiga Rekannya Gugur
SELAYARTODAY.COM|| Di tengah upaya pencarian korban kecelakaan laut KLM Nurul Salsa yang tenggelam di Perairan Barat Pulau Polassi, Kecamatan Bontosikuyu, secercah harapan kembali hadir setelah dua penumpang berhasil ditemukan dalam keadaan selamat di perairan Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, pada Minggu (19/7/2026).
Kapolres Kepulauan Selayar AKBP Didid Imawan, S.I.K., S.H., M.Tr. Mil., mengatakan bahwa Polres Kepulauan Selayar menerima informasi sekitar pukul 14.00 Wita terkait penemuan dua orang yang diduga merupakan penumpang KLM Nurul Salsa yang sebelumnya dilaporkan mengalami kecelakaan laut pada Rabu (15/7/2026).
Menindaklanjuti informasi tersebut, personel Polres Kepulauan Selayar segera melakukan koordinasi dengan Ketua BPD Sabalana, Faril Paharu. Dari hasil koordinasi diperoleh informasi bahwa kedua korban ditemukan sekitar pukul 13.00 Wita oleh kapal nelayan KM Bari-Baria 05 asal Kabupaten Pangkep di perairan Pulau Sanipa, Kepulauan Sabalana.
Kedua korban diketahui bernama Asmal (24) dan Nurmiati (46), keduanya merupakan warga Dusun Tangnga, Desa Tanamalala, Kecamatan Pasimasunggu, Kabupaten Kepulauan Selayar. Saat ditemukan, keduanya berada di atas sebuah gabus dengan mengenakan jaket pelampung dan selanjutnya dievakuasi ke Pulau Matala’ang, Desa Sabalana, Kecamatan Liukang Tangaya, Kabupaten Pangkep.
Berdasarkan keterangan awal yang disampaikan kedua korban, sebelumnya terdapat lima orang yang bertahan di atas gabus tersebut. Namun dalam perjalanan hanyut di lautan selama beberapa hari, tiga orang di antaranya meninggal dunia. Kedua korban mengaku terpaksa melepaskan jenazah ketiga rekannya ke laut setelah sekitar dua malam karena kondisi jenazah telah membusuk. Hingga saat ini identitas ketiga korban tersebut masih belum dapat dipastikan dan akan didalami lebih lanjut setelah kondisi kedua korban memungkinkan untuk dimintai keterangan secara lengkap.
Kapolres Kepulauan Selayar menyampaikan bahwa informasi tersebut menjadi petunjuk penting dalam operasi pencarian yang masih terus berlangsung. Mengingat lokasi ditemukannya korban berada cukup jauh dari titik awal kecelakaan, hal ini menunjukkan adanya pengaruh arus laut yang dapat membawa korban hingga ke wilayah perairan Kabupaten Pangkep.
“Polres Kepulauan Selayar telah berkoordinasi dengan Polres Pangkep serta jajaran kepolisian yang memiliki wilayah perairan dalam rangka memperkuat pencarian dan memastikan setiap informasi penemuan korban dapat segera ditindaklanjuti,” ujar AKBP Didid Imawan.
Berdasarkan data Posko Operasi SAR hingga Minggu, 19 Juli 2026 pukul 14.30 Wita, jumlah korban yang telah ditemukan sebanyak 59 orang, sedangkan 17 orang lainnya masih dalam pencarian oleh Tim SAR Gabungan.
Polres Kepulauan Selayar bersama Basarnas, TNI, pemerintah daerah, serta seluruh unsur SAR gabungan berkomitmen untuk terus melanjutkan operasi pencarian secara maksimal hingga seluruh korban berhasil ditemukan.
Polres Kepulauan Selayar juga mengajak seluruh masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna jasa pelayaran di wilayah Sulawesi Selatan, agar segera melaporkan kepada aparat terdekat apabila menemukan tanda-tanda keberadaan korban maupun barang yang diduga berkaitan dengan musibah KLM Nurul Salsa, sehingga dapat segera dilakukan tindak lanjut oleh Tim SAR Gabungan.


Posting Komentar