Fokus Pada Green Economi: Tim Peneliti MoRA The AIR Funds UIN Alauddin Makassar Gelar FGD Wakaf Hutan di Kabupaten Wajo

 




SELAYARTODAY.COM|| Tim peneliti penerima hibah MoRA The AIR Funds dari UIN Alauddin Makassar melaksanakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dengan mengangkat tema “Wakaf Hijau sebagai Arsitektur Ekoteologi dalam Membangun Ekonomi Berkelanjutan di Kabupaten Wajo”.


Kegiatan ini merupakan rangkaian dari proses pengumpulan data penelitian yang di laksananakan di Kabupaten Wajo Sulewesi Selatan. FGD dikaksanakan  dengan tujuan mendapatkan inside dari stakeholader yang memiliki keterkaitan dengan data penelitian. Tim Peneliti mengundang narasumber Kepala Dinas Pertanahan Kabupaten Wajo Anwar K., S.Sos, Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI)  Kabupaten Wajo H.M. Amin Hasan, dan narasumber dari akademisi  Prof. Dr. Muslimin Kara, M,Ag. yang juga ketua tim peneliti. Sementara peserta yang diundang adalah seluruh KUA se-Kabupaten Wajo, Dinas Kehutanan dan kepala bagian kesejahteraan rakyat (kabagkesra) Kabupaten Wajo. Kami juga mengundang  tokoh masyarakat, akademisi, tokoh agama, serta pemerhati lingkungan untuk mendiskusikan konsep wakaf hijau sebagai salah satu solusi dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat berbasis nilai-nilai keislaman. Semua masukan dan informasi yang berkembang dalam  FGD ini kami rekam dan catata untuk kemudian dilakukan analisis terhadapa masalah yang di hadapi dalam pengelolaan wakaf hijau di kabupaten Wajo.


Ketua tim peneliti menyampaikan bahwa wakaf hijau merupakan pendekatan baru yang mengintegrasikan aspek ekologi, sosial, dan ekonomi dalam pengelolaan aset wakaf. Melalui konsep tersebut, wakaf tidak hanya dipahami sebagai instrumen ibadah semata, tetapi juga sebagai upaya nyata dalam menjaga keseimbangan alam dan menciptakan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.


“FGD ini menjadi ruang kolaborasi untuk memperkuat gagasan ekoteologi Islam melalui pengembangan wakaf hijau yang mampu memberikan dampak positif terhadap lingkungan dan peningkatan ekonomi masyarakat,” 


Dalam diskusi tersebut, peserta juga membahas potensi pengembangan hutan wakaf, pertanian berkelanjutan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis wakaf produktif di Kabupaten Wajo. Para peserta berharap konsep wakaf hijau dapat menjadi model pembangunan yang relevan dengan tantangan perubahan iklim dan kebutuhan ekonomi masyarakat saat ini.


Kegiatan FGD berlangsung dengan antusias dan diharapkan mampu melahirkan rekomendasi strategis bagi pengembangan kebijakan wakaf hijau di Kabupaten Wajo maupun daerah lainnya di Indonesia. Tim peneliti  yang terdiri dari ketua Tim: Prof.Dr. Muslimin Kara, M.Ag., Dr. Khalifah Muhammad Ali, S.Hut., M.Si., Sirajuddin, SE.I.,ME., A.Syathir Sofyan, SE.I.,ME., Dr. Syamsul Bahri, S.Pd.I., Syamsul Alam, S.K.M., M.Kes. Muhammad Nasri Katman, SE.M.Ak. Mereka menegaskan komitmennya untuk terus mendorong riset dan pengabdian masyarakat yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan berbasis nilai keislaman dan pelestarian lingkungan.

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Fokus Pada Green Economi: Tim Peneliti MoRA The AIR Funds UIN Alauddin Makassar Gelar FGD Wakaf Hutan di Kabupaten Wajo
  • Fokus Pada Green Economi: Tim Peneliti MoRA The AIR Funds UIN Alauddin Makassar Gelar FGD Wakaf Hutan di Kabupaten Wajo
  • Fokus Pada Green Economi: Tim Peneliti MoRA The AIR Funds UIN Alauddin Makassar Gelar FGD Wakaf Hutan di Kabupaten Wajo
  • Fokus Pada Green Economi: Tim Peneliti MoRA The AIR Funds UIN Alauddin Makassar Gelar FGD Wakaf Hutan di Kabupaten Wajo
  • Fokus Pada Green Economi: Tim Peneliti MoRA The AIR Funds UIN Alauddin Makassar Gelar FGD Wakaf Hutan di Kabupaten Wajo
  • Fokus Pada Green Economi: Tim Peneliti MoRA The AIR Funds UIN Alauddin Makassar Gelar FGD Wakaf Hutan di Kabupaten Wajo

Posting Komentar