Diduga Ada Kecurangan Alat Ukur Berat Daging Jelang Hari Raya, Masyarakat Minta Pemerintah Perketat Pengawasan
![]() |
| Gambar ilustrasi oleh Ai |
Selayartoday - Menjelang momentum Hari Raya kebutuhan masyarakat terhadap bahan pokok khususnya daging mengalami peningkatan signifikan. Namun di tengah tingginya permintaan tersebut muncul keluhan dari sejumlah masyarakat terkait dugaan kecurangan pada alat ukur berat daging yang digunakan oleh sebagian pedagang di pasar.
Beberapa warga mengaku merasa dirugikan setelah membeli daging yang diduga tidak sesuai dengan berat yang ditunjukkan pada alat ukur berat. Kondisi ini menimbulkan keresahan terutama karena harga daging pada momen hari raya biasanya lebih tinggi dibanding hari biasa.
Salah satu masyarakat yang tidak ingin disebutkan namanya mengungkapkan bahwa pemerintah seharusnya hadir untuk memastikan keadilan dalam transaksi jual beli di pasar.
“Seharusnya pemerintah hadir karena alat ukur berat para pedagang di pasar itu diduga ada kecurangan di sana. Salah satu bentuk kehadiran pemerintah ya pedagang itu mesti dicek alat ukur beratnya sebelum dipakai berdagang. Minimal ada tanda bahwa alat ukur berat itu sudah diperiksa dan dinyatakan layak digunakan,” ujarnya.
Menurutnya pengawasan terhadap alat ukur berat sangat penting terutama pada saat momentum hari raya ketika aktivitas jual beli meningkat pesat. Tanpa pengawasan yang ketat potensi kecurangan bisa saja terjadi dan merugikan masyarakat sebagai konsumen.
Masyarakat berharap instansi terkait dapat melakukan inspeksi rutin terhadap alat ukur berat para pedagang di pasar tradisional. Pengecekan tersebut diharapkan tidak hanya bersifat sesekali tetapi dilakukan secara berkala khususnya menjelang hari-hari besar keagamaan.
Selain itu, masyarakat juga mengusulkan agar setiap alat ukur berat yang telah diperiksa diberikan stiker atau tanda resmi sebagai bukti bahwa alat tersebut telah melalui proses tera atau pengujian kelayakan oleh pemerintah. Dengan adanya tanda tersebut, masyarakat dapat merasa lebih tenang dan percaya dalam melakukan transaksi.
Momentum hari raya seharusnya menjadi waktu yang penuh kebahagiaan bagi masyarakat. Oleh karena itu diperlukan komitmen bersama antara pemerintah dan para pedagang untuk menjaga kejujuran dan keadilan dalam aktivitas perdagangan sehingga kepercayaan masyarakat terhadap pasar tetap terjaga.


Posting Komentar