Asap Selimuti Selayar, Pemkab Masih Menunggu Hasil Labkesmas!
SELAYARTODAY.COM|| Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Selayar terus memantau potensi gangguan kesehatan masyarakat di tengah kekhawatiran terhadap penurunan kualitas udara akibat fenomena asap yang menyelimuti sejumlah wilayah.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Selayar, dr. Frengki Wijaya, mengatakan hingga saat ini belum terdapat peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang signifikan. Sementara itu, pemantauan kualitas udara masih menunggu hasil pemeriksaan dari tim Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas).
Hal tersebut disampaikan Frengki saat dikonfirmasi Selayar Today, Rabu (14/10/2026).
"Sampai sejauh ini belum ada peningkatan kasus ISPA secara signifikan. Untuk pemantauan kualitas udara masih sementara menunggu hasil dari tim Labkesmas," jelasnya.
Frengki juga menjelaskan bahwa paparan asap dapat mengganggu sistem pernapasan dan memengaruhi fungsi paru-paru, sehingga meningkatkan risiko terjadinya gangguan pernapasan.
"Paparan asap akan mengganggu sistem pernapasan sehingga fungsi paru akan terganggu, yang meningkatkan risiko adanya gangguan pernapasan," ungkapnya.
Dinkes Terbitkan Edaran Kewaspadaan
Sebagai langkah antisipasi, Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan sebelumnya telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 100.3.4/13819/DINKES tentang Kewaspadaan terhadap Influenza, tertanggal 7 Oktober 2026.
Surat edaran tersebut merujuk pada analisis kondisi kualitas udara PM2.5 dari BMKG Stasiun Klimatologi Sulawesi Selatan yang menunjukkan peningkatan konsentrasi PM2.5, dengan perubahan kategori kualitas udara dari sedang menjadi tidak sehat.
Dalam surat tersebut, pemerintah kabupaten dan kota diminta meningkatkan kewaspadaan serta mengimbau masyarakat melakukan langkah pencegahan gangguan pernapasan.
Imbauan itu meliputi penggunaan masker ketika berada di luar rumah, menjaga kebersihan tangan, menerapkan etika batuk dan bersin, mencukupi kebutuhan cairan, menjaga daya tahan tubuh, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami gangguan kesehatan.
Frengki mengatakan surat edaran tersebut telah ditindaklanjuti dengan menyampaikannya kepada fasilitas pelayanan kesehatan agar diteruskan kepada masyarakat.
Pemantauan Kualitas Udara Menunggu Koordinasi
Terkait pemantauan kualitas udara di Kepulauan Selayar, Frengki menyebut pengukuran kualitas udara biasanya dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup. Ia juga telah memerintahkan Labkesmas melakukan pemeriksaan sesuai dengan kemampuan yang tersedia.
Menurutnya, hasil pemeriksaan nantinya akan dikoordinasikan dengan Dinas Lingkungan Hidup.
"Sampai sejauh ini masih sebatas edaran sambil memantau kasus gangguan pernapasan di fasilitas kesehatan melalui surveillance," jelas Frengki ketika ditanya mengenai langkah antisipasi yang disiapkan apabila kondisi kualitas udara memburuk.
Dinas Kesehatan juga menyatakan akan mengeluarkan edaran lanjutan apabila hasil pemantauan menunjukkan kualitas udara telah memasuki kategori membahayakan.
Masyarakat Diminta Tetap Waspada
Di tengah proses pemantauan tersebut, masyarakat diimbau tetap menjaga kesehatan dan mengurangi paparan asap, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang yang memiliki riwayat penyakit pernapasan.
Masyarakat yang mengalami keluhan seperti batuk berkepanjangan, sesak napas, atau gangguan pernapasan lainnya disarankan segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan.
Hingga berita ini disusun, hasil pemeriksaan Labkesmas dan data khusus kualitas udara di Kepulauan Selayar masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut. Belum ada pula data yang disampaikan dalam konfirmasi tersebut mengenai peningkatan kasus ISPA yang secara khusus dikaitkan dengan paparan asap.
Publik kini menantikan hasil pemantauan kualitas udara serta perkembangan data kesehatan masyarakat sebagai dasar untuk menentukan langkah perlindungan yang lebih lanjut.


Posting Komentar