Tangis Keluarga Sri Hardita: 'Sehat atau Tidak, Hidup atau Tidak, Kami Hanya Ingin Dia Ditemukan

 



SELAYARTODAY.COM – Tragedi tenggelamnya KLM Nurul Salsa di perairan barat Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, menyisakan duka mendalam bagi banyak keluarga. Salah satunya adalah keluarga Sri Hardita, siswi SMKN 3 Kepulauan Selayar yang hingga Sabtu (18/7/2026) masih dinyatakan hilang dan belum ditemukan oleh tim pencarian. Operasi pencarian sendiri telah memasuki hari keempat, namun belum membuahkan hasil.


Sri Hardita diketahui menumpang KLM Nurul Salsa dari Pulau Jampea menuju Benteng, Kabupaten Kepulauan Selayar, karena masa libur sekolah telah berakhir dan ia harus kembali untuk mengikuti kegiatan belajar di SMKN 3 Kepulauan Selayar.


Dalam wawancara dengan Selayartoday.com, kakak Sri Hardita mengungkapkan bahwa komunikasi terakhir dengan adiknya terjadi saat Sri masih berada di rumah sebelum berangkat.


"Terakhir kami berkomunikasi waktu dia masih di rumah. Setelah itu, paginya saya chat sudah tidak aktif. HP-nya memang low sebelum kapal berangkat, jadi dia tidak sempat menghubungi keluarga saat kejadian," tuturnya.


Keluarga baru mengetahui bahwa KLM Nurul Salsa mengalami kerusakan mesin sekitar pukul 12.00 Wita pada Rabu (15/7/2026), meski menurutnya sang ibu kemungkinan telah menerima informasi lebih awal sekitar pukul 11.00 Wita.


Mendengar kabar tersebut, keluarga langsung berusaha mencari pertolongan dengan menghubungi warga di pulau terdekat dari lokasi kapal mengalami kendala.


"Kami menghubungi orang yang pulaunya paling dekat. Tapi waktu dihubungi, mereka bilang sudah ada kapal yang mencoba membantu. Namun karena ombak begitu besar, yang berhasil diselamatkan saat itu hanya enam orang," ungkapnya.


Kini, di tengah penantian yang penuh kecemasan, keluarga hanya berharap Sri Hardita bersama korban lainnya segera ditemukan, apa pun kondisinya.


"Harapan kami semoga adik saya bisa ditemukan, sehat atau tidak, hidup atau tidak. Yang terpenting semua korban bisa ditemukan. Harapan seluruh keluarga korban sangat besar sekali," ujarnya dengan penuh haru.


Hingga hari keempat pascakejadian, keluarga korban masih terus menunggu perkembangan pencarian sembari berharap seluruh korban yang belum ditemukan dapat segera dievakuasi. Tragedi KLM Nurul Salsa telah menjadi duka bersama masyarakat Kepulauan Selayar yang terus mengikuti perkembangan operasi pencarian dengan penuh harap. 

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Tangis Keluarga Sri Hardita: 'Sehat atau Tidak, Hidup atau Tidak, Kami Hanya Ingin Dia Ditemukan
  • Tangis Keluarga Sri Hardita: 'Sehat atau Tidak, Hidup atau Tidak, Kami Hanya Ingin Dia Ditemukan
  • Tangis Keluarga Sri Hardita: 'Sehat atau Tidak, Hidup atau Tidak, Kami Hanya Ingin Dia Ditemukan
  • Tangis Keluarga Sri Hardita: 'Sehat atau Tidak, Hidup atau Tidak, Kami Hanya Ingin Dia Ditemukan
  • Tangis Keluarga Sri Hardita: 'Sehat atau Tidak, Hidup atau Tidak, Kami Hanya Ingin Dia Ditemukan
  • Tangis Keluarga Sri Hardita: 'Sehat atau Tidak, Hidup atau Tidak, Kami Hanya Ingin Dia Ditemukan

Posting Komentar