Semua Bilang Belum Tahu" Arsyil Ihsan Ungkap Kebingungan Soal Asuransi Korban KLM Nurul Salsa

Arsyil. ilhsan

 

SELAYARTODAY.COM|| Memasuki hari kesembilan tragedi tenggelamnya KLM Nurul Salsa, proses pencarian terhadap korban yang belum ditemukan masih terus dilakukan. Dari total 76 orang yang tercatat berada di kapal, sebanyak 58 orang ditemukan selamat, empat orang meninggal dunia, sementara 14 orang lainnya masih dalam pencarian.


Operasi pencarian dan pertolongan masih berlangsung dan diagendakan memasuki hari terakhir dalam satu hari ke depan. Di tengah upaya pencarian tersebut, tragedi laut yang menyita perhatian nasional dan meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Kepulauan Selayar ini mulai memunculkan pembahasan mengenai perlindungan serta hak-hak para korban, termasuk kemungkinan santunan asuransi kecelakaan penumpang.


Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Kepulauan Selayar, Arsyil Ihsan, menilai kepastian mengenai perlindungan asuransi bagi para korban KLM Nurul Salsa penting untuk segera mendapat penjelasan dari pihak yang berwenang.


Menurut legislator asal daerah pemilihan Takabonerate, Pasimasunggu dan Pasimasunggu Timur tersebut, pembahasan mengenai asuransi memang dilakukan ketika perhatian semua pihak masih tertuju pada operasi pencarian. Namun, menurutnya, persoalan tersebut juga menyangkut hak dan perlindungan masyarakat yang menjadi korban.


“Sebenarnya terlalu dini kita membicarakan ini karena kita masih fokus pada penyelamatan dan pencarian. Tetapi ini juga merupakan hal penting untuk dibahas karena menyangkut perlindungan kepada rakyat,” kata Arsyil Ihsan, Kamis (23/7/2026).


Arsyil mengungkapkan, berdasarkan pengalamannya menggunakan angkutan laut antarpulau di wilayah Kepulauan Selayar, penumpang umumnya membeli tiket dan membayar biaya perjalanan sebelum diberangkatkan.


“Yang saya tahu dan sering saya lakukan, kalau kita ke pulau wajib ambil tiket dan bayar sewa kapal sebagai penumpang. Terkait apakah pembayaran tersebut sudah termasuk perlindungan asuransi, ini yang saya belum tahu,” ujarnya.


Ia mengaku telah mencoba mencari informasi dengan menghubungi sejumlah pihak di Pelabuhan Jampea maupun UPP Pelabuhan Selayar. Namun, hingga saat ini dirinya mengaku belum memperoleh penjelasan yang pasti mengenai status perlindungan asuransi bagi para korban KLM Nurul Salsa.


“Saya sudah hubungi beberapa pihak di Pelabuhan Jampea dan UPP Pelabuhan Selayar terkait hal ini, tetapi saya belum mendapat jawaban pasti. Semua yang saya hubungi menjawab belum tahu mengenai asuransi kepada para korban,” ungkapnya.


Menurut Arsyil, kepastian tersebut sangat penting karena berkaitan dengan hak korban maupun keluarga korban untuk memperoleh santunan kecelakaan apabila memang memenuhi ketentuan yang berlaku.


Ia meminta Pemerintah Daerah, Syahbandar, operator kapal serta instansi terkait memberikan penjelasan resmi mengenai status perlindungan terhadap penumpang KLM Nurul Salsa, termasuk mekanisme pembayaran tiket dan ada atau tidaknya komponen iuran perlindungan penumpang dalam pembayaran tersebut.


“Kalau penumpang membeli tiket dan membayar, seharusnya ada kejelasan apakah iuran wajib perlindungan penumpang telah dipungut dan apakah para korban berhak memperoleh santunan,” tegas Arsyil.


Ia menilai persoalan tersebut perlu ditelusuri secara terang agar masyarakat, khususnya korban dan keluarga korban, mendapatkan kepastian mengenai hak-haknya. Pemeriksaan juga diperlukan untuk memastikan apakah seluruh kewajiban administrasi dalam penyelenggaraan angkutan laut tersebut telah dilaksanakan sesuai ketentuan.


Arsyil berharap penanganan pascatragedi KLM Nurul Salsa nantinya tidak berhenti setelah operasi pencarian dan evakuasi berakhir. Pemerintah dan seluruh pihak terkait, menurutnya, juga harus memastikan pemenuhan hak-hak para korban serta keluarga yang ditinggalkan.


“Untuk saat ini tentu kita semua berharap proses pencarian yang masih berlangsung dapat membuahkan hasil dan seluruh korban yang belum ditemukan bisa segera ditemukan. Setelah itu, hak-hak korban juga harus menjadi perhatian bersama, termasuk kepastian mengenai santunan dan perlindungan asuransi,” pungkasnya.

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Semua Bilang Belum Tahu" Arsyil Ihsan Ungkap Kebingungan Soal Asuransi Korban KLM Nurul Salsa
  • Semua Bilang Belum Tahu" Arsyil Ihsan Ungkap Kebingungan Soal Asuransi Korban KLM Nurul Salsa
  • Semua Bilang Belum Tahu" Arsyil Ihsan Ungkap Kebingungan Soal Asuransi Korban KLM Nurul Salsa
  • Semua Bilang Belum Tahu" Arsyil Ihsan Ungkap Kebingungan Soal Asuransi Korban KLM Nurul Salsa
  • Semua Bilang Belum Tahu" Arsyil Ihsan Ungkap Kebingungan Soal Asuransi Korban KLM Nurul Salsa
  • Semua Bilang Belum Tahu" Arsyil Ihsan Ungkap Kebingungan Soal Asuransi Korban KLM Nurul Salsa

Posting Komentar