Pelampung Terakhir untuk Naura: Kronologi Tragedi KLM Nurul Salsa Versi Keluarga Korban yang Kini Menempuh Jalur Hukum




SELAYARTODAY.COM|| Tragedi tenggelamnya KLM Nurul Salsa di Perairan Barat Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, masih menyisakan luka mendalam bagi para penyintas dan keluarga korban. Salah satu kisah yang paling menyita perhatian publik adalah Naura (13), siswi kelas VI SD yang hingga memasuki hari kedelapan pasca-tragedi masih belum ditemukan.


Foto Naura yang mengenakan pelampung oranye dan duduk berdampingan dengan kakeknya di atas KLM Nurul Salsa sesaat sebelum kapal tenggelam menjadi simbol duka sekaligus harapan bagi keluarga yang terus menantikan kepastian.


Di balik penantian itu, keluarga Naura kini memilih menempuh jalur hukum. Ibunda Naura, Andi Eka Gunarti, secara resmi melaporkan dugaan pihak yang bertanggung jawab atas tragedi tersebut ke Polres Kepulauan Selayar pada Selasa (21/7/2026).


Hasrul, ipar Andi Eka Gunarti yang mendampingi pelapor ke Polres, mengungkapkan bahwa keputusan tersebut bukan diambil secara emosional, melainkan setelah keluarga besar bermusyawarah dan berkonsultasi dengan sejumlah pihak yang memahami persoalan hukum.


"Kami bermusyawarah bersama keluarga besar setelah kehilangan anggota keluarga dalam tragedi ini. Setelah berkonsultasi dengan ahli hukum, kami memutuskan melapor ke Polres Kepulauan Selayar sebagai bentuk keberatan kami," kata Hasrul kepada SelayarToday.


Menurut Hasrul, keluarga juga telah berkomunikasi dengan sejumlah korban dan keluarga korban lainnya sebelum akhirnya sepakat membawa persoalan tersebut ke ranah hukum.


Dugaan Mesin Dimatikan Saat Masih Bisa Merapat


Dalam wawancara tersebut, Hasrul menyampaikan bahwa keluarga memperoleh informasi yang menurut mereka perlu didalami penyidik.


Menurut informasi yang diterima keluarga, mesin kapal diduga sengaja dimatikan dengan alasan mengalami overheat, kapal disebut telah dipandu agar bergerak lebih dekat ke daratan Pulau Polassi demi memudahkan proses evakuasi penumpang.


Hasrul mengatakan, informasi itu mereka peroleh dari komunikasi dengan Kepala Desa Polassi yang saat itu ikut berupaya membantu kapal agar mendekati pantai.


"Menurut informasi yang kami dapatkan, ada keputusan mematikan mesin dengan alasan overheat. Karena itu kami berharap penyidik mengusut apakah keputusan tersebut sudah sesuai prosedur atau justru menjadi salah satu penyebab memburuknya keadaan," ujarnya.


Pernyataan tersebut merupakan keterangan dari pihak keluarga korban dan masih memerlukan pembuktian dalam proses penyelidikan.

Keluarga Mengaku Sempat Mendatangi Pos Basarnas


Hasrul juga menceritakan bahwa setelah mendapat arahan dari Kepala Desa Polassi, keluarga segera menuju Pos Basarnas sekitar pukul 15.30 Wita untuk meminta percepatan evakuasi.


Namun, setibanya di lokasi, mereka mengaku tidak melihat adanya pergerakan tim penyelamat sebagaimana yang mereka harapkan.


"Kami cukup kaget karena belum melihat adanya pergerakan evakuasi. Kami kemudian menemui Danpos Basarnas yang kami kenal bernama Ronal dan seorang staf," ungkapnya.


Menurut Hasrul, dalam pertemuan tersebut keluarga meminta agar proses penyelamatan korban di kapal segera dilakukan mengingat kondisi di laut semakin memburuk.


Delapan Hari Menanti Kepastian Naura


Bagi keluarga, setiap hari yang berlalu adalah penantian yang penuh harap. Naura, bocah 13 tahun yang masih duduk di bangku kelas VI SD, hingga kini masih belum ditemukan. Foto terakhir yang memperlihatkan dirinya mengenakan pelampung di samping sang kakek di atas KLM Nurul Salsa menjadi kenangan yang terus menguatkan keluarga untuk mencari keadilan sekaligus berharap proses pencarian tidak dihentikan sebelum seluruh korban ditemukan.


Keluarga berharap laporan yang telah mereka ajukan menjadi pintu masuk bagi aparat penegak hukum untuk mengungkap secara menyeluruh penyebab tenggelamnya KLM Nurul Salsa.

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Pelampung Terakhir untuk Naura: Kronologi Tragedi KLM Nurul Salsa Versi Keluarga Korban yang Kini Menempuh Jalur Hukum
  • Pelampung Terakhir untuk Naura: Kronologi Tragedi KLM Nurul Salsa Versi Keluarga Korban yang Kini Menempuh Jalur Hukum
  • Pelampung Terakhir untuk Naura: Kronologi Tragedi KLM Nurul Salsa Versi Keluarga Korban yang Kini Menempuh Jalur Hukum
  • Pelampung Terakhir untuk Naura: Kronologi Tragedi KLM Nurul Salsa Versi Keluarga Korban yang Kini Menempuh Jalur Hukum
  • Pelampung Terakhir untuk Naura: Kronologi Tragedi KLM Nurul Salsa Versi Keluarga Korban yang Kini Menempuh Jalur Hukum
  • Pelampung Terakhir untuk Naura: Kronologi Tragedi KLM Nurul Salsa Versi Keluarga Korban yang Kini Menempuh Jalur Hukum

Posting Komentar