Siapa Sosok Putra Selayar di Balik Terbongkarnya Mafia BBM Subsidi Rp69 Miliar?

 

Selayar, today, com


SELAYARTODAY.COM|| Putra terbaik Kepulauan Selayar yang kini menjabat sebagai Dankodaeral VI, Laksda TNI Andi Abdul Aziz, S.H., M.M., turut berperan penting dalam pengungkapan jaringan penyalahgunaan BBM subsidi terbesar di Sulawesi Selatan yang berhasil menyelamatkan potensi kerugian negara hingga Rp69 miliar. Keberhasilan tersebut terungkap dalam Press Release Pengungkapan Tindak Pidana Penyalahgunaan BBM Subsidi dan LPG oleh Ditreskrimsus Polda Sulsel bersama jajaran Polres se-Sulawesi Selatan yang digelar di Dermaga Hatta Selatan Makassar, Selasa (2/6/2026).


Kegiatan yang dipimpin Kapolda Sulsel, Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro, S.H., M.H., itu dihadiri sejumlah unsur Forkopimda Sulsel, di antaranya Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko, Kajati Sulsel Sila Haholongan Pulungan, Ketua DPRD Sulsel Andi Rachmatika Dewi, serta Dankodaeral VI Laksda TNI Andi Abdul Aziz bersama jajaran TNI AL dan Polri.


Dalam kegiatan tersebut ditampilkan sejumlah barang bukti hasil pengungkapan kasus, mulai dari kapal, truk tangki hingga tabung LPG yang diamankan selama periode Maret hingga Mei 2026. Nilai barang bukti yang berhasil diamankan mencapai ratusan kiloliter BBM dengan indikasi kerugian negara yang ditaksir mencapai Rp69 miliar.


Kapolda Sulsel Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro menegaskan bahwa pengungkapan tersebut merupakan bentuk komitmen Polda Sulsel bersama instansi terkait dalam mengawal kebijakan pemerintah dan arahan Presiden Republik Indonesia terkait pengendalian distribusi migas agar tepat sasaran dan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.


“Polda Sulawesi Selatan bersama seluruh instansi terkait berkomitmen melaksanakan kebijakan pemerintah, termasuk pengendalian migas dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat. Kami tidak akan memberi ruang terhadap praktik-praktik penyalahgunaan BBM subsidi yang merugikan negara dan masyarakat,” tegas Kapolda.


Peran Kodaeral VI dalam pengungkapan kasus tersebut mendapat perhatian khusus. Dalam keterangannya, Laksda TNI Andi Abdul Aziz melalui Dankodaeral VI menjelaskan bahwa Tim Quick Response Kodaeral VI sebelumnya telah melakukan pemantauan terhadap aktivitas ilegal distribusi BBM subsidi yang marak terjadi di wilayah perairan Sulawesi Selatan.


Pada 21 hingga 22 Februari 2026, Tim Quick Response Kodaeral VI berhasil mengamankan tujuh truk tangki dan dua kapal SPOB, yakni SPOB Sania dan SPOB Sukses Rahayu 999, yang sedang melakukan pengisian BBM sebanyak sekitar 116 kiloliter untuk memasok MT Bakti 01. Saat operasi berlangsung, kapal MT Bakti 01 berhasil melarikan diri dari lokasi.


“Setelah dilakukan koordinasi dengan berbagai instansi termasuk Pertamina, diketahui bahwa dua SPOB dan tujuh truk tangki tersebut tidak terdaftar secara resmi. Selanjutnya kami melaporkan kepada Bapak Kapolda Sulsel dan atas arahan beliau seluruh barang bukti serta hasil penyelidikan diserahkan kepada Polda Sulsel untuk diproses lebih lanjut,” ungkap Dankodaeral VI.


Pengembangan kasus yang dilakukan Ditreskrimsus Polda Sulsel kemudian membuahkan hasil dengan berhasil mengungkap jaringan yang lebih besar, termasuk kapal MT Bakti 01 yang sebelumnya sempat melarikan diri. Pengungkapan inilah yang kemudian menjadi bagian dari operasi besar pemberantasan penyalahgunaan BBM subsidi di Sulawesi Selatan.


Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman memberikan apresiasi tinggi kepada Kapolda Sulsel beserta seluruh jajaran, termasuk dukungan TNI, atas keberhasilan mengungkap jaringan tersebut. Menurutnya, pengungkapan ini menjadi salah satu yang terbesar karena melibatkan kapal tanker berukuran besar serta ratusan kiloliter BBM yang diduga disalahgunakan.


“Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bapak Kapolda Sulsel, Direktur Krimsus, seluruh jajaran Polres serta unsur TNI yang telah berpartisipasi dalam pengungkapan luar biasa ini. Potensi kerugian negara mencapai sekitar Rp69 miliar. Ini angka yang sangat besar dan menunjukkan betapa pentingnya pengawasan terhadap distribusi BBM subsidi,” kata Andi Sudirman.


Keberhasilan tersebut sekaligus menjadi bukti sinergitas antara TNI, Polri, pemerintah daerah, Pertamina dan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga distribusi energi bersubsidi agar tepat sasaran. Di balik pengungkapan besar itu, nama Laksda TNI Andi Abdul Aziz, putra daerah Kepulauan Selayar, turut tercatat sebagai salah satu tokoh yang berkontribusi dalam rangkaian pengungkapan kasus melalui dukungan dan operasi pengawasan yang dilakukan jajaran Kodaeral VI hingga akhirnya berhasil menyelamatkan potensi kerugian negara puluhan miliar rupiah.

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Siapa Sosok Putra Selayar di Balik Terbongkarnya Mafia BBM Subsidi Rp69 Miliar?
  • Siapa Sosok Putra Selayar di Balik Terbongkarnya Mafia BBM Subsidi Rp69 Miliar?
  • Siapa Sosok Putra Selayar di Balik Terbongkarnya Mafia BBM Subsidi Rp69 Miliar?
  • Siapa Sosok Putra Selayar di Balik Terbongkarnya Mafia BBM Subsidi Rp69 Miliar?
  • Siapa Sosok Putra Selayar di Balik Terbongkarnya Mafia BBM Subsidi Rp69 Miliar?
  • Siapa Sosok Putra Selayar di Balik Terbongkarnya Mafia BBM Subsidi Rp69 Miliar?

Posting Komentar