BERBAGI

WhatsApp Image 2017-09-09 at 20.20.15Blangpidie, 9 September 2017- Pasiops Kodim 0110/Abdya Kaptren Inf Mohd. Arifin menghadiri Seminar dan Loka Karya Ekonomi, yang bertempat di lantai 2 DPRK Abdya, jln Bukit Hijau Desa Keude Paya Kec. Blangpidie Kab. Aceh Barat Daya.

Seminar yang bertema “Membangun Ekonomi Abdya Sebagai Sentral Regional Barat Selatan Aceh dan Model Ekonomi Islam Di Aceh ” itu, melibatkan 250 orang yang di dalamnya turut dihadiri langsung oleh Bupati Abdya Akmal Ibrahim, SH., Forkompimda, serta segenap tamu undangan.

WhatsApp Image 2017-09-09 at 20.20.16Bupati Abdya Akmal Ibrahim, SH. dalam sambutannya mengakui, jika dibandingkan dengan daerah-daerah lain Kabupaten Aceh Barat Daya bisa dikatakan sangat terbatas dalam keluasan lahan wilayah. “Namun ironisnya sampai sekarang tidak ada satu pun sektor Industri berdiri dan berkembang di Abdya. Padahal, dalam setiap tahun nya dianggarkan dengan biaya yang cukup besar. Tentunya ini semua menjadi PR kita bersama dalam membangun dan memajukan Bumi padi sigupai yang kita cintai ini”, terang Akmal Ibrahim.

Pada kesempatan yang sama, Pakar Ekonomi Unsyiah Dr. Zulham, SE., MSI. menyampaikan, Abdya bisa menjadi Kota Sentral Ekonomi barat selatan. Dikarenakan Abdya memiliki letak Geografis di pertengahan jalur Ekonomi Aceh Barat sampai dengan Aceh Singkil.

WhatsApp Image 2017-09-09 at 20.20.17Sementara dari itu, DR. Sabri Abdul Majid selaku Pakar Ekonomi Islam mengemukakan, dalam pembangunan dan pengembangan aset ekonomi, aktivitas ‘prinsip ekonomi’ harus sesuai dengan pelaksanaan syariat Islam. Menurutnya, Selama lebih satu Dekade, transaksi dan kegiatan riba seperti menjadi kearifan lokal di bumi Serambi Mekah. Padahal, dalam Islam hukum riba disamakan dosanya seperti berzinah dengan ibu kandung sendiri.

Pakar Ekonomi Islam mengakui, kinerja pembangunan ekonomi Aceh belum sepenuhnya dilaksanakan sesuai dengan syariat Islam. Sehingga, pencapaian pembangunan yang berkeadilan dan mensejahterakan rakyat Aceh belum dapat terwujud secara optimal.

Penulis / Sumber : religiku

BERBAGI