BERBAGI
Ilustrasi

LENSAINDONESIA.COM: Hingga kini, pihak kepolisian masih menyelidiki motif perusakan Masjid Quwatul Islam, yang terletak di Jalan Mataram, Yogyakarta, Senin (9/10/2017) dini hari kemarin. Dalam kasus yang ditangani oleh Polresta Yogyakarta itu, polisi sudah menangkap seorang tersangka.

Kabid Humas Polda DIY, AKBP Yulianto mengatakan, tersangka adalah seorang pria berusia 20 tahun. “Inisialnya AG,” ujar Yulianto, Selasa (10/10/2017).

Polisi masih mendalami keterangan tersangka seperti kronologi dan motif tindakan perusakan tersebut. AKBP Yulianto menyatakan tersangka terancam pasal 406 dengan ancaman penjara paling lama dua tahun delapan bulan.

“Saat ini kami belum dapat memastikan apakah tersangka melakukan tindakan itu secara spontan atau sudah direncanakan sebelumnya,” kata dia.

Masjid Quwatul Islam mengalami perusakan dengan menggunakan bongkahan semen cor. Saifudin (30), seorang penjaga Masjid mengatakan, sebelum aksi pelemparan itu ia sempat mendengar suara keras dari pintu sebelah barat Masjid Quwwatul Islam.

“Jam setengah 1 itu terdengar suara dari luar, ternyata ada orang nendang pintu yang terbuat dari seng, dan setelah itu melempari batu. Tahu dilempari batu, saya terus lari masuk masjid,” katanya.

Saat ini, sudah tidak ada garis polisi maupun petugas kepolisian yang berjaga di lingkungan masjid itu. Beberapa pekerja pun terlihat kembali melanjutkan proses pembangunan masjid empat lantai tersebut.

Seluruh barang bukti saat ini telah dipindahkan dari masjid ke Polresta Yogyakarta. Barang bukti itu diantaranya berupa kursi, batu, dan sepeda anak-anak yang digunakan tersangka untuk menyerang dengan cara melemparkanya ke salah satu orang yang sedang berada di masjid. Meski ternyata lemparan itu meleset. @rpl/licom

Penulis / Sumber : religiku

BERBAGI